buzzer twitter

Lika-liku Buzzer Twitter (1)

buzzer twitterBuzzer, mungkin sudah banyak pengguna internet yang akrab dengan istilah ini. Pun demikian, tak sedikit pula yang kurang ngeh, “apa sih buzzer?“.

Buzzer bisa dibilang ‘spesies’ baru di dunia maya. Mereka lahir di tengah hegemoni media sosial dan semakin merakyatnya penggunaan internet di tengah masyarakat.

Sampai pada akhirnya, kalangan elit ini pun muncul di tengah jutaan pengguna media sosial. Disebut ‘elit’ sebab tak semua pengguna internet dan media sosial bisa menjadi buzzer. Ya, bisa dibilang, mereka cuma ‘orang-orang terpilih’ 🙂

Bagi yang sudah familiar dengan buzzer, mungkin bisa mengerti tentang aktivitas dari sosok tersebut. Di sisi lain, mereka yang belum akrab dengan aktivitas buzzer, mungkin bertanya-tanya. Yang paling parah adalah jengah dan memblok buzzer tersebut karena dianggap ‘mengganggu’ dengan kicauan iklannya.

Buzzer Gak Cuma ‘Nyampah’!

Berbicara soal buzzer, sebagian orang ada yang menganggap buzzer mengganggu dengan celotehan mereka soal iklan. Tak jarang, celotehan mereka dianggap nyampah di timeline atau newsfeed sosial media.

Namun di sisi lain, seorang buzzer yang baik sebenarnya berupaya memberikan informasi ke publik. Kemas M.Fadhli, Head of Digital Media Department Telkomsel mengatakan, ada satu tantangan tersendiri bagi seorang buzzer untuk menyampaikan informasi dengan cara menarik.

Chalenge bagi buzzer itu membungkus brand menjadi sebuah informasi, tanpa mengganggu orang. Ujung-ujungnya, ini membuka informasi seluas luasnya,” kata Kemas berbicara di acara Ngopi Bareng detikINET, Jumat (28/6/2013)

Senada dengan Kemas, pemilik usaha steak @steakholycow Lucy Wiryono menyebutkan, tak benar jika buzzer dianggap nyampah. Jika cara menyampaikannya benar, keberadaan buzzer tersebut menurutnya bisa bermanfaat bagi followernya.

“Kehadiran buzzer bukan sesuatu yang buruk, tapi bisa memberikan knowledge tentang sebuah produk,” ujarnya.

Sementara itu, blogger Dian Adi Prasetyo mengatakan seorang buzzer seolah punya ‘kewajiban’ untuk sadar memberikan informasi. “Ngebuzz gak cuma karena kita dibayar brand. Tapi memberikan informasi setiap waktu,” sahutnya.

Sumber: Detikinet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *