[D'Rise-#13] Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dihttp://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya.
Tingkah para hacker seperti Dani, sering menyita perhatian. Aksi isengnya kerapkali bikin repot para penghuni dunia maya. Terutama pemilik web atau para facebooker yang jadi korbannya. Walhasil, hacker selalu dikaitkan dengan kejahatan dunia maya aliascyber crime. Benarkah?
Antara Hacker dan Cracker
Pertama kali, Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Awalnya, julukan hacker muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama.
Selanjutnya, muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut dirinya hacker yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut mereka 'cracker' yang sifatnya malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.
Dari gambaran di atas, kita bisa ambil pengertian hacker dan cracker.
1. Hacker.
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Menurut HackedKids, seorang hacker Newbie Permanent yang kena todong drise, “Hacker itu kalo buat aku sndiri sih seorang seniman teknologi yg selalu membuat kesenangan untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain, seperti dia gak bakal pernah memperjual belikan apa yang dia temukan atau perbuat di dalam teknologi tsbt.”
Kerjaan seorang hacker, gak jauh dari mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.
2. Cracker
Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.
“kalo beda nya dngn Cracker sih gak ada cm tujuan nya aja yg beda, sprti yg ku blng tdi HACKER hnya mlakukan sgala sesuatu ntuk dirinya sndiri sdangkan Cracker ntuk orng lain jka orng tsbt mmbrikan imbalan yg stimpal dngn apa yg mreka kerjakan (sprti PEMBUNUH BAYARAN) gtu..” Hacked ngasih pendapat waktu ditanya bedanya cracker dan hacker.
Driser, sekarang dah jelas dong bedanya hacker dan cracker. Jangan sampe ketuker. Nggak semua hacker itu pelaku cybercrime. Ada juga yang jadi satpam alias petugas keamanan sistem jaringan komputer. So, seru kali ya kalo kita bisa ngasih kontribusi positif untuk dakwah Islam dan kaum Muslimin lewat jalur Teknologi Informasi seperti yang dilakukan the most legendary moslem hacker, irhabi007. Bagi yang belon tau doi, silahkan baca D’Rise #10. Menjadi hacker, bukanlah sebuah kejahatan melainkan sebuah kekuatan untuk melawan musuh-musuh Islam. Hacker muslim, tunjukkin nyali loe![341]
BOX:
Tingkatan Hacker
- Elite. Hacker yang gape untuk urusan sistem operasi luar dalam. Terampil pake ilmunya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Nggak heran kalo doi disebut sebagai ‘suhu’.
- Semi Elite. Usianya lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
- Developed Kiddie. ABG masih sekolah yang doyan baca tentang metoda hacking & caranya. Terus nyobain berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
- Script Kiddie. ABG yang cuman punya pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
- Lamer. Seorang Hacker wanna-be yang minim pengalaman & pengetahuan dunia hacker. Komputernya dipake cuman untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya.[]

